Prof. Dr.A. Pawennari Hijjang : “Tulabala MatikeE” Mengantar Soppeng ke Zona Hijau Covid-19.

Daerah771 views

Prof.Dr. A. Pawennari Hijjang Guru besar Antropologi Unhas

CENDEKIA NEWS. Co.Id. Soppeng — Memasuki Minggu ketiga pelaksanaan tahapan kampanye Pilkada, Kabupaten Soppeng  ditetapkan kembali ke zona hijau Covid 19 oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

IMG-20201009-WA0152

Keberhasilan ini diapresiasi oleh Ketua Dewan Pakar IKA SMA 200/1 Soppeng saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya Sabtu 10/10/2020.

“Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Soppeng menjelang Pilkada Soppeng 9 Desember 2020 mendatang”

Prof. Dr. A. Pawennari Hijjang yang juga guru besar Antropologi Unhas memberikan apresiasi positif untuk penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan.

Lebih jauh Prof. Pawennari mengungkapkan apresiasinya kepada Bupati Soppeng A. Kaswadi Razak beserta jajaran Pemerintah Soppeng termasuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) yang begitu bersinergi dalam penanganan pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini khususnya di Kabupaten Soppeng termasuk kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

“Kita patut apresiasi kinerja Pemerintah Daerah Soppeng, dalam hal ini Bupati bersama jajarannya, Forkopimda dalam penanganan pandemi Covid-19 ini,” jelasnya

Terkait adanya penurunan status menjadi zona hijau di Soppeng dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, Prof Pawe katakan keberhasilan ini didasari prinsip yang dijalankan oleh Bupati dan masyarakat Soppeng dengan mentaati nilai nilai budaya yang ada dalam filosofi TULABALA MATIKE-e. Filosofi ini mengandung makna kehati hatian karena penyesalan selalu diposisikan didepan, bukan dibelakang peristiwa.

Demikian pula Bupati Soppeng komitmen menjalankan masukan dari hasil Webinar terkait Covid 19 yang dilaksanakan kerjasama Pemkab Soppeng dengan IKA SMA 200/1 Soppeng beberapa waktu lalu.

Tentunya upaya Pak Bupati untuk melindungi masyarakatnya cukup bagus, begitu pula DPRD Soppeng dalam rangka mengambil keputusan menyangkut masalah anggaran untuk penanganan Covid-19 dan lain sebagainya, karena Bupati tak bisa bekerja tanpa anggaran. Jadi pasti DPRD juga sudah memikirkan kesana tentang kesiapan anggaran untuk penanganan covid-19, ujar guru besar Unhas ini.

“Saya minta agar masyarakat tetap mewaspadai penyebaran virus corona ini, meskipun sudah kembali ke zona hijau, protokol kesehatan harus tetap diterapkan,” ujarnya.

Dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19, kata dia, harus dilakukan bersama-sama dengan semangat yang kuat dari seluruh lapisan masyarakat termasuk mempertahankan zona hijau agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *