Kreasi Unik Ecoprint, Modal Bertahan Hidup Pengrajin Di Kampung Sabbeta Soppeng

Berita884 views

CENDEKIA News,Com Soppeng, — Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) tahun 2022 di Kendari telah dibuka, yang dikemas dalam bentuk boothcamp, bagi insan ekonomi kreatif Indonesia yang ingin menampilkan pesona produk kreatif dengan kearifan lokal daerah masing-masing.

Kehadiran AKI 2022 merupakan kali kedua, sebelumnya Kemenparekraf telah menyelenggarakan AKI 2021 di 16 kabupaten/kota se-Indonesia. Program AKI diharapkan akan menjadi ruang aktualisasi dalam peningkatan kapasitas dan pembangunan relasi dengan pelaku ekonomi kreatif lainnya ujar Musdalifa Riwayati saat pelaksanaan boothcamp di Hotel Claro Kendari.

Untuk UKM Kampung Sabbeta mepraktekkan pembuatan Ecoprint sutera.
Ecoprint adalah salah satu upaya pemanfaatan bagian tanaman berupa daun sebagai pewarna alami. Dalam hal ini tidak hanya warna alami yang dimanfaatkan tapi juga motif khas dari daun. Setiap daun memiliki motif dan warna yang unik. Hal ini sangat menarik untuk dikembangkan karena cukup diminati oleh masyarakat luas ujar Musdalifa Riwayati kepada pengunjung.

Menurut Ifa ( panggilan akrab Musdalifa Riwayati), bahwa pemanfaatan kain hasil ecoprint bisa digunakan sebagai pasmina. mukena ataupun gamis. Adapun jenis daun yang paling gampang dijadikan bahan ecoprint adalah jati dan lanang, daun murbei, warnanya sangat kuat dan tanpa memerlukan perlakuan pendahuluan,

Ifa menceritakan kisahnya merintis usaha  ecoprint kain sutera bersama ibu – ibu di Kampung Sabbeta Desa Pising Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan, usaha yang unik ini membuat ibu – ibu bisa bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19 kunci Musdalifa Riwayati. (WYH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *