Produksi Danau Tempe Menurun, Kebutuhan Ikan Tawar Dipasok Oleh Pengusaha Kolam Terpal

Berita446 views

CENDEKIA News. Com. Soppeng. — Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan, gelar Workshop Perikanan Budidaya bagi Pelaku Usaha dan Calon Penerima Bantuan Koter (Kolam Terpal) Berlangsung di Balai Benih Ikan (BBI) Ompo Kecamatan Lalabata Rabu 7/12/2022

Menurut Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan Ir. Erman Asnawi, M.Si, mengatakan bahwa Workshop ini dalam rangka pembelajaran teknis bagi 120 calon penerima bantuan kolam terpal (koter) yang berasal dari anggaran APBD Kabupaten Soppeng 2022 sebagai salah satu upaya antisipasi melonjaknya inflasi dan pemulihan ekonomi.

Kolam terpal belakangan ini menjadi usaha primadona, terbukti sudah tercatat sekitar 500an unit saat ini yang tersebar di Kabupaten Soppeng, sesuai konfirmasi di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, merupakan kabupaten terbanyak koternya. Karena itu pulalah Pemkab Soppeng pada tahun depan bersama 58 kabupaten/kota akan mendapatkan alokasi anggaran pusat berupa kampung nelayan budidaya perkotaan.

Hasil tangkapan nelayan di Danau Tempe beberapa tahun terakhir menurun drastis akibat elefasi air yang relatif tinggi dengan adanya bendung gerak di Wajo akhirnya dapat tertutupi produksi ikan air tawar melalui produksi ikan nila dari koter yang rata-rata mencapai 100 kg per koter.

Dalam usaha kolam terpal ini kami mengajak teman-teman agar orientasinya jelas. Ada 3 orientasi yaitu karena hobi, konsumsi dan bisnis. Apabila berorientasi hobi persoalan ongkos tentu tidak akan menjadi persoalan, kalau orientasi konsumsi memberi makan seadanya saja dan apabila orientasi bisnis artinya harus terperinci pengeluaran dan pemasukan untuk perhitungan bisnis.

Peserta workshop terdiri dari perwakilan tiap Kecamatan, dimana koter akan prioritas ditempatkan di daerah pegunungan yang selama ini sulit akses produk perikanan, seperti Umpungeng, Gattareng, Walemping, Pesse dan Data’e.

Sekertaris Daerah Kabupaten Soppeng Drs H. A. Tenri Sessu, M.Si. menyampaikan, Program ini sebenarnya adalah salah satu unggulan kita di Kabupaten Soppeng, karena upaya yang paling murah untuk menangani stunting ini adalah konsumsi ikan. Akan tetapi tidak semua daerah memiliki pasokan air yang berlebih, oleh karena itu Pemerintah Daerah mencoba mendorong pembuatan koter ini di setiap daerah, disamping untuk menurunkan angka stunting, juga diharapkan ada pendapatan masyarakat yang berkecimpung dalam penerapan koter ini.

Dalam pengembangan budidaya ikan ini menggunakan media kolam terpal, selain berpengaruh untuk menekan angka stunting dan memberi pendapatan lebih, budidaya ikan juga secara psikologis berpengaruh juga untuk kesehatan kita, karenakan kunci kesehatan adalah bergerak. Karena dalam pembudidayaan ikan ini kita tidak sadar bahwa kita sudah berdiri dan berputar berjam jam di sekitar kolam ikan, untuk melihat apa kekurangan dan yang di perlukan dalam pembudidayaan ini agar ikan tetap sehat.

Narasumber dalam kegiatan workshop perikanan budidaya bagi pelaku usaha dan calon penerima bantuan kolam terpal adalah Prof, Edison MSc, Ph. D dari Unhas , Inspektorat, BPKPD dan Praktisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *