KKS Hadir Sebagai Moral Force Dan Tugas Kesejarahan Warga Soppeng Dimanapun Berada

Berita1,028 views

CENDEKIA News. Com. Soppeng — Secara kelembagaan Kerukunan Keluarga Soppeng  (KKS) sebagai Ormas paguyuban yang sudah cukup lama berdiri dengan mengembang peran sebagai Moral force dan tugas kesejarahan akan mengalami tantangan tersendiri sesuai realitas zaman yg menyertainya. Sehingga kehadirannya selalu menjadi dambaan kita semua selaku warga Soppeng dimana saja berada.

Melalui Musyawarah Nasional (MUNAS) V ini sebagai forum tertinggi, mari kita mencari dan menemukan kembali kekuatan yg bisa menjadi kebanggaan bersama sebagai orang Soppeng.

Amanah leluhur sebagaimana dituangkan dalam MUKADIMAH organisasi kita banyak sekali mengandung petuah yang perlu disimak maknanya dan pada gilirannya tetap menjaga apa yang kita liat sebagai keteladanan, pangadereng, tata krama dalam berkomunikasi.

Prinsip atau Nilai ini harus menjadi piranti yang paling efektif dan senantiasa menjadi pegangan. Suksesnya suatu perkumpulan yang menonjol bukan karena strategi cemerlang atau taktik manajerial yang dimiliki, melainkan oleh kepatuhan yang kuat pada nilai-nilai yang dianut bersama.

Semua warga kita saya yakin dan percaya berharap mempunyai bentuk pengorganisasian bersama sebagai konsekuensi dari suatu kontrak sosial dengan pengurusnya yang pada gilirannya membentuk relasi yang saling memberi.

Sehingga ber KKS itu tidak lain adalah mekanisme yang digunakan untuk mengambil suatu keputusan bersama. Keputusan menjadi kata kunci, bahwa organisasi yang solid terbangun dengan adanya figur sebagai simbol integritas, melalui strategi kulturnya yang melahirkan unsur panutan sebagai guidence/pemberi arah yang menjadi perhatian semua unsur dalam masyarakat warganya.

Mari ber KKS untuk tidak mencari sesuatu kecuali saling memberi, perhatian, supporting, tolong menolong satu sama lain. Organisasi seperti KKS dicetuskan memiliki tempat tersendiri ditengah tengah masyarakat Sulsel khususnya, kalau bisa dikatakan kedepan bisa menjadi elit bukan eksklusif.

Elitnya karena seluruh komponen yang terlibat harus memiliki prasyarat tertentu, yg sering orang labelkan orang Soppeng Macca, Magetteng, Malempu dan warani serta melebbi. Disinilah mesti terus diperbincangkan lewat suatu tradisi sehingga warganya berminat terlibat termasuk keterlibatannya mengikuti programnya.

Jadi kedepan  KKS paling tidak memerlukan reposisi perannya, agar dapat memiliki posisi tawar apalagi kita mencoba mengaitkan dengan struktur pemerintah duduk selaku pembina.
Keterlibatannya diperlukan sebagai fasilitator, di satu sisi kita mempunyai hak konstitusi menjaminnya.

Sebagai harapan di kepengurusan yg baru nanti, akan ada legasi sebagai cetak biru yg bisa menjadi kebanggaan sebagai narasi baik aspek kesejarahan maupun karya nyata lainnya.

Penulis : Burhanuddin Andi

Editor : Agus Wittiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *