Jangan Lupa Membangun Manusia Macca,Refleksi Hari Jadi Soppeng Ke 762

Berita1,064 views


Oleh : H. Ahmad Saransi


CENDEKIA News. Com. Makassar — Pada hari Sabtu tanggal 18 Maret 2023 Salah satu media online Jatimnetwork.com merilis berita mengenai Lima kabupaten Terpintar di Sulawesi Selatan berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dari kelima kabupaten tersebut Kabupaten Soppeng tidak termasuk.

Oleh sebab itu di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Soppeng membangkitkan geliat perekonomiannya, kita diingatkan juga pentingnya untuk membangun manusianya, manusia macca di Soppeng. Karena tidak segera nyata dirasakan hasilnya, tidak seperti membangun gedung atau bendungan yang bisa langsung dilihat fisiknya, kita cenderung tidak terlalu memperhatikan pembangunan manusia itu. Kita cenderung alpa.

Lalu seberapa besar pentingnya Pembangunan Manusia Macca yang kita harapkan di Soppeng ? Untuk mengetahuinya, terasa nikmat meneguk kearifan lokal dalam lontara tentang acca dan makna acca yang terhampar dalam pesan-pesan Arung Bila.
Aja nasalaio acca sibawa lempu. Naiya riasenngé acca, dé’gaga masussa napugau, dé’to ada masussa nabali ada madécéng malemmaé, mateppe’i ripadanna tau. Naiya riasenngé lempu, makessinngi gau’na, patujui nawa-nawanna, madécéng ampéna namatau ri Déwataé”.
Artinya, “janganlah engkau ditinggalkan kecakapan dan kejujuran. Yang dinamakan dengan cakap, tidak ada yang sulit dikerjakan, begitu pula tidak ada pembicaraan yang sulit disambut dengan kata-kata yang baik dan lemah lembut, percaya kepada sesamanya manusia. Sedangkan yang dinamakan jujur: perbuatannya baik, pikirannya benar, tingkah lakunya baik dan takut kepada Tuhan.

Selanjutnya diungkapkan pula bahwa, “Riasenngé macca eppai: seuwani, naita riolona gau’e najeppuwi munrinna; maduanna, napasitinajai ada na mappasiratang winru; matelunna, saroi masé risilasanaé pakkutanai aléna; maeppana, puada ada matojo enrenngé ada malemma,”
Artinya ; yang dinamakan cakap ada empat: pertama, mengamati pokok masalahnya kemudian menyimpulkan akibatnya; kedua, melayakkan perkataan dan memantaskan hasil upayanya; ketiga, merendahkan diri selayaknya selaras dengan harga dirinya; keempat, (dapat) mengucapkan kata tegas dan kata lemah lembut.

Dalam percakapan sehari-hari bagi orang Bugis mengartikan kata acca sama dengan pintar atau pandai, namun bila kedua ungkapan dalam lontara tersebut di atas dapat disimak dengan baik maka acca bukan hanya berarti pintar atau pandai namun acca dapat diartikan sebagai cendekia atau intelek (cendekia dari bahasa Sansekerta, kearifan dari bahasa Arab).

Lontara juga menggunakan kata nawa-nawa yang berarti sama dengan acca. Jadi orang yang mempunyai nilai acca atau nawa nawa oleh lontara disebut sebagai To acca, tokénawa-nawa atau Pannawa-nawa, yang dapat diterjemahkan menjadi cendekiawan, intelektual, atau ahli pikir.

OLeh karena itu, kunci untuk menghadirkan manusia macca di Soppeng tidak bisa lain kecuali membangun kesadaran (awareness) dan meningkatkan kualitas pendidikan. Kita harus mampu melahirkan manusia-manusia berkualitas, karena hanya dengan manusia-manusia berkualitas dan manusia yang sadar akan tanggungjawab sebagai warga dan kompeten untuk melaksanakan yang akan memenangi persaingan yang semakin kompetitif saat ini.

Mengakhiri tulisan ini, saya kembali mengutip kata bijak dari lontara bahwa, “Mappéaccai anu engkaé, mappédonggoi anu dé’é”. Artinya mencerdaskan hal yang ada, dan membodohkan hal yang tidak ada. Dari situlah kita berharap kiranya Pemerintah Kabupaten Soppeng senantiasa memperhatikan pembangunan manusia Soppeng di usia Soppeng yang ke 762. Dirgahayu Soppengku dan Soppeng kita semua.

Editor : Agus Wittiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *