Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI)  Sebagai Upaya Melindungi dan Melestarikan Bahasa Dan Sastra Daerah.

Berita170 views

CENDEKIA News. Com. SOPPENGDalam rangka menghadapi pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FBI), Koordinator
Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng gelar pertemuan berkaitan dengan pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FBI), di pimpin oleh Koordinator  UPTD H. Ahmad Dande, S.Pd, M.Pd  dan dihadiri sejumlah Kepala sekolah dan pengawas gugus yang ada dalam wilayah Kecamatan Liliriaja, Selasa (4/6/2024).

Dalam pertemuan tersebut, Korwil UPTD Kecamatan Liliriaja H. Ahmad Dande turut didampingi 2 Pengawas TK/ SD yakni Pengawas Gugus 19 Kecamatan Liliriaja A. Nur Alam, S.Pd.,M.Pd dan Pengawas Gugus 20 Kecamatan Liliriaja Karmawati,  S.Pd., M.Si.

Dalam kesempatan itu, Korwil Disdikbud Kecamatan Liliriaja H. Ahmad Dande menuturkan bahwa, “Pertemuan ini dalam rangka membahas persiapan pelaksanaan kegiatan festival bahasa Ibu.

“Adapun jadwal pelaksanaan FTBI tersebut, sementara menunggu jadwal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng, ungkapnya.

Ahmad Dande menuturkan bahwa sebelum pelaksanaan nantinya, masing-masing sekolah akan diberikan pelatihan yang akan dilaksanakan di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng.

Lebih jauh Korwil yang juga pengawas sekolah ini mengatakan bahwa, “Festival Tunas Bahasa Ibu ini sebagai sarana berbagi praktik, dan  sebagai upaya pelestarian bahasa ibu dengan melibatkan pelajar untuk menampilkan capaian belajar bahasa daerah melalui berbagai pertunjukkan menarik.

Ahmad Dande menyebutkan, ” Sejumlah kegiatan pada festival tersebut diantaranya,
mendongeng, pidato, menulis puisi, membaca dan menulis aksara aksara, menulis cerita pendek, dan komedi tunggal (stand up comedy).

Selain itu, Kata Korwil Disdikbud Kecamatan Liliriaja bahwa, “Festival Tunas Bahasa Ibu ini adalah salah satu wujud perlindungan bahasa dan sastra daerah yang bertujuan untuk menjadikan generasi muda sebagai penutur aktif bahasa daerah dan mempelajari bahasa daerah dengan menyenangkan serta menemukan fungsi dan ranah baru dari sebuah bahasa dan sastra daerah.

“Bahasa ibu ini mengacu pada bahasa pertama yang dipelajari di rumah pada masa kanak-kanak dan masih dipahami oleh orang tersebut .

“Jika orang tersebut tidak lagi memahami bahasa pertama yang dipelajari, maka bahasa ibulah yang menjadi bahasa kedua yang dipelajari.

Menurutnya, ” Banyak manfaat yang terkait dengan pengajaran bahasa ibu, selain anak belajar lebih baik dan cepat, pendidikan bahasa ibu juga dapat meningkatkan akses sekolah sekaligus mengurangi angka mengulang dan putus sekolah, tandasnya.

“Kami berharap, bahasa ibu ini menjadi bagian penting dari identitas sehingga hal ini dapat menjadi sumber kebanggaan dan hubungan dengan warisan budaya sehingga dengan mempelajari bahasa ibu dengan baik maka dapat membantu anak-anak kita untuk lebih memahami jati diri mereka, pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *