Hadir pada acara pembukaan pelatihan dan Uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi Kepala BJKW Makassar Sitti Nuurrusiah S.T, M.T, Plt Sekdakab soppeng Drs. A. Haeruddin dan Rektor Unipol Dr. Hj. Andi Adawiah SE MM
CENDEKIA News. Com. SOPPENG — Universitas LAMAPPAPOLEONRO (Unipol) bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar menyelenggarakan pelatihan dan uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lamappapoleonro Convention Center (LCC) tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan pemahaman tenaga kerja konstruksi terhadap pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Pelatihan dan uji sertifikasi ini meliputi Petugas K3 Konstruksi Jenjang 3 dan Supervisor K3 Konstruksi Jenjang 6. Peserta diberikan pembekalan sekaligus mengikuti proses uji kompetensi sesuai standar kompetensi yang berlaku di bidang konstruksi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Drs. A. Haeruddin, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar Sitti Nurrusiah, S.T., M.T., serta Rektor Universitas LAMAPPAPOLEONRO Dr. Hj. Andi Adawiah, S.E., M.M., bersama jajaran terkait.
Dalam sambutannya, Rektor Unipol Dr. Hj. Andi Adawiah menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kerja sama antara Unipol dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menghasilkan lulusan secara akademik, tetapi juga perlu mengambil peran dalam meningkatkan kompetensi masyarakat dan tenaga kerja sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga benar-benar memiliki kompetensi dan pemahaman yang dapat diterapkan di lapangan,” ujar Rektor.
Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal yang tidak boleh diabaikan dalam setiap pekerjaan konstruksi. Kompetensi tenaga kerja, kata dia, menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan pekerjaan konstruksi yang aman, berkualitas, dan profesional.
Rektor juga berharap kerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar dapat terus dikembangkan melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia lainnya.
Sementara itu, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Sitti Nurrusiah, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pelatihan dan sertifikasi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor konstruksi.
Menurutnya, tenaga kerja konstruksi dituntut memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang tugasnya, terlebih pekerjaan konstruksi memiliki berbagai potensi risiko yang membutuhkan penanganan secara profesional.
Karena itu, keberadaan tenaga kerja yang memahami prinsip-prinsip K3 diharapkan mampu membantu mencegah terjadinya kecelakaan kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.
“Kompetensi dan keselamatan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam pekerjaan konstruksi. Tenaga kerja harus memahami tugas dan tanggung jawabnya serta mampu menerapkan standar keselamatan di tempat kerja,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi Unipol yang telah mengambil bagian dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi melalui kerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar.
Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Drs. A. Haeruddin, dalam kesempatan tersebut turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pelatihan dan uji sertifikasi tersebut.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah. Tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan memiliki sertifikasi diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur yang aman dan berkualitas.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Soppeng, khususnya bagi tenaga kerja yang bergerak di sektor konstruksi.
Pelaksanaan pelatihan dan uji sertifikasi ini sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan lembaga teknis dalam menyiapkan tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan profesional.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak tenaga kerja konstruksi yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai bidangnya, sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan konstruksi yang mengutamakan kualitas, keselamatan, dan profesionalisme. (Ag)






