Untuk Pertama Kalinya, Unipol Soppeng Cetak 22 Lulusan Magister Manajemen

Berita102 views


CENDEKIA News. Com. SOPPENGUniversitas Lamappapoleonro (Unipol) Soppeng mencatat sejarah baru dalam dunia pendidikan tinggi di Kabupaten Soppeng. Untuk pertama kalinya, perguruan tinggi tersebut melahirkan lulusan dari jenjang pendidikan magister, dengan sebanyak 22 mahasiswa Program Studi Magister Manajemen resmi meraih gelar Magister Manajemen (M.M.).

Ke-22 mahasiswa tersebut dinyatakan menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan ujian tutup sebelum mengikuti prosesi yudisium yang digelar di kampus Unipol, Sabtu (19/9/2026).

Prosesi yudisium dipimpin langsung oleh Rektor Unipol Dr. Hj. Andi Adawiah, S.E., M.M., didampingi Wakil Rektor I Unipol Dr. Asmini dan Ketua Program Studi Magister Manajemen Unipol Dr. H. Nurmal Idrus, S.E., M.M.

Momentum tersebut berlangsung penuh kebanggaan karena menjadi tonggak penting bagi perjalanan Unipol dalam mengembangkan pendidikan tinggi, khususnya pada jenjang pascasarjana di Kabupaten Soppeng.

Dalam sambutannya, Rektor Unipol Dr. Hj. Andi Adawiah mengatakan, yudisium tersebut bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi catatan sejarah baru bagi Unipol sekaligus bagi perkembangan pendidikan tinggi di Soppeng.

“Ini adalah momentum bersejarah. Untuk pertama kalinya kita menghasilkan lulusan Magister Manajemen sebagai produk pendidikan tinggi lokal,” ujar Andi Adawiah.

Menurutnya, lahirnya lulusan magister dari Unipol menunjukkan bahwa masyarakat Soppeng kini memiliki pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa harus meninggalkan daerah.

Ia berharap para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan untuk memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja maupun masyarakat.

“Gelar ini bukanlah akhir dari proses belajar, tetapi menjadi awal untuk mengabdikan ilmu, meningkatkan profesionalisme dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat,” pesannya.

Yudisium 22 mahasiswa Magister Manajemen tersebut sekaligus memperkuat posisi Unipol sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang terus mengembangkan jenjang pendidikan pascasarjana di Kabupaten Soppeng.

Kehadiran Program Studi Magister Manajemen dinilai menjadi bagian penting dalam membuka akses pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat, khususnya bagi aparatur, profesional, pelaku usaha, akademisi maupun masyarakat umum yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang manajemen.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Manajemen Unipol Dr. H. Nurmal Idrus, S.E., M.M., mengatakan lahirnya 22 lulusan Magister Manajemen tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar capaian akademik.

Menurutnya, para lulusan merupakan bagian dari sejarah awal perjalanan pendidikan pascasarjana Unipol.

“Lahirnya 22 lulusan Magister Manajemen ini sarat makna. Ini bukan hanya tentang capaian akademik berupa gelar magister, tetapi juga menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi lokal mampu melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik dan profesional,” ungkap Nurmal Idrus.

Ia menambahkan, perjalanan para mahasiswa hingga sampai pada tahap yudisium bukanlah proses yang singkat. Mereka harus melewati berbagai tahapan akademik, mulai dari perkuliahan, penyusunan karya ilmiah, penelitian hingga ujian tutup.

Karena itu, yudisium menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras mahasiswa sekaligus menjadi momentum awal bagi mereka untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh.

Nurmal berharap para lulusan dapat menjadi sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi di berbagai bidang, baik di dunia pemerintahan, dunia usaha, organisasi maupun lingkungan masyarakat.

“Harapan kami, para lulusan tidak hanya membawa gelar Magister Manajemen, tetapi juga membawa nilai, pengetahuan dan kompetensi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah,” katanya.

Lahirnya 22 Magister Manajemen dari Unipol menjadi tonggak baru dalam perkembangan pendidikan tinggi di Kabupaten Soppeng.
Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa institusi pendidikan tinggi lokal memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia berpendidikan tinggi yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan pembangunan daerah.

Dengan semakin berkembangnya pendidikan pascasarjana di Unipol, masyarakat Soppeng dan daerah sekitarnya kini memiliki akses yang lebih dekat untuk menempuh pendidikan magister.
Prosesi yudisium tersebut pun tidak hanya menjadi momen kebahagiaan bagi 22 lulusan, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi keluarga, civitas akademika Unipol serta menjadi bagian dari perjalanan panjang Unipol dalam membangun pendidikan tinggi di Kabupaten Soppeng.

Ke-22 lulusan Magister Manajemen tersebut kini menyandang gelar akademik Magister Manajemen (M.M.), sekaligus menjadi generasi pertama lulusan program magister Unipol yang mencatatkan namanya dalam sejarah pendidikan tinggi di Soppeng. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *