Gubernur Sulsel Kunjungi Pengrajin Kain Sutra Dengan Teknik Ecoprint Di Kampung sabbeta Desa Pising kabupaten Soppeng.

Berita2,008 views

Gubernur Sulsel A. Sudirman mengagumi hasil Ecoprint yang selesai dicetak.

CENDEKIA, NEWS.Com,
Soppeng – Popularitas motif kain dengan teknik Ecoprint yang dikembangkan UMKM di Soppeng, salah satunya di Desa Pising yang merupakan penghasil sutera terbesar.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaeman bersama Ketua rim penggerak PKK Propinsi Sulawesi Selatan Naoemi Octarina,SE didampingi Bupati Soppeng H.Andi Kaswadi Razak, SE, Wakil Bupati Ir.Lutfi Halide, MP mengunjungi lokasi pembuatan kain sutra di Kampung Sabbeta, Desa Pising Kecamatan Donri – Donri Kabupaten Soppeng, Minggu 27/3/2022.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaeman dan rombongan disamnut dengan pengalungan selendang sutera oleh Camat Donri-Donri Hj. Andi Singkeru,S.Pi, M,Si didampingi Kepala Desa Pising Hj. Sitti Salmiah,SE .

Camat Donri-Donri  mengucapkan selamat datang Gubernur Sulawesi Selatan di Desa Pising Kecamatan Donri – Donri Kabupaten Soppeng, khususnya di sentra pembuatan ecoprint Kampung Sabbeta.

Dalam suasana keakraban rombongan menerima penjelasan singkat dari Ketua Pengurus Kampung Sabbeta Nurdin,Bsc

Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan Naoemi Octarina, SE dan rombongan dapat melihat langsung prosesin pembuatan ecoprint dipandu oleh pengurus Kampung Sabbeta Musdalifah Riwayati yang menjelaskan tehnik pekerjaan ecoprint baik penataan daun, hingga pencelupan serta direbus dan siap untuk dikeringkan.

Andi Sudirman Sulaeman menyampaikan bahwa saya sering mendengarkan nama Kampung Sabbeta yang saat ini cukup terkenal dengan produk ecoprintnya, makanya itu kami melakukan kunjungan untuk mengetahui sejauh mana dan apa permasalahannya, ternyata sangat indah dalam berkreasi, apalagi langsung di kain sutera.

Selanjutnya rombongan melihat proses pemintalan benang rakyat dan melihat bahan dasar kokon. Andi Sudirman Sulaeman mengagumi proses benang rakyat sekaligus mendapatkan penjelasan oleh Ketua Kampung Sabbeta Nurdin, Bsc, bahwa kegiatan ini sebelum pandemi covid, banyak ibu rumah tangga yang menekuni aktivitas ini. (wyh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *