Kementrian BUMN dan Perhutani lakukan Merger di Tubuh Inhutani

Berita487 views

CENDEKIA News.Com, Jakarta,  Kementerian BUMN yang dinahkodai  Erick Thohir
bakal membubarkan atau menutup anak usaha Perum Perhutani yakni PT Bakti Usaha Menanam Nasional (BUMN) Hijau Lestari. Penutupan ini untuk meningkatkan portfolio holding Perhutani Group.

Dalam keterangan persnya Direktur Utama Perhutani, Ir. Wahyu Kuncoro.Jumat (05/08/2022).
Rencana penutupan BUMN Hijau Lestari
“Untuk menghasilkan portfolio holding yang lebih baik, maka anak perusahaan yaitu PT BUMN Hijau Lestari direncanakan akan ditutup,” ungkap Wahyu Kuncoro

Belum ada alasan detail terkait pembubaran anak usaha BUMN yang bergerak di bisnis agroforestry dan menghasilkan komoditas pangan, papan dan energi ini. Hanya saja, Wahyu mencatat pihaknya terus melakukan perbaikan model bisnis bagi entitas yang memiliki bisnis serupa.

Proses ini dilakukan melalui penggabungan (merger) anak usaha Perhutani Group ke dalam dua subholding. Per 1 Agustus 2022 kemarin, Kementerian BUMN dan Perhutani resmi menggabungkan PT Inhutani II dan III bergabung ke dalam PT Inhutani I,
sementara PT Inhutani IV dan PT Perhutani Anugerah digabungkan ke dalam PT Inhutani V.

Perum Perhutani resmi menggabungkan (merger) enam anak perusahaan ke dalam dua subholding. Pertama, InhutaniI I, Inhutani II dan Inhutani III bergabung ke entitas Inhutani I. Sementara Inhutani IV dan Perhutani Anugerah digabung ke dalam entitas Inhutani V.

Penggabungan enam anak perusahaan ini berlaku efektif mulai 1 Agustus 2022 karena sudah mendapatkan pengesahan legal merger dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Merger besar-besaran dilakukan agar bisnis anak usaha lebih fokus.

Direktur Utama Perum Perhutani Ir. Wahyu Kuncoro mengatakan merger tiga anak usaha ke subholding Inhutani I akan fokus pada bisnis kayu dengan produk-produk kayu bulat, kayu olahan (raw sawn timber, plywood, barecore) dan biomassa serta pengembangan proyek-proyek nature based solutions atau perdagangan karbon (carbon trade).
Sedangkan tiga anak usaha yang masuk dalam subholding Inhutani V akan berfokus pada Produk Hasil Hutan Bukan Kayu berupa gondorukem, terpentin, dan derivatnya.
Menurut Wahyu Kuncoro, langkah Perhutani ini adalah salah satu implementasi inisiatif strategis dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Perhutani 2020-2024, yang juga merupakan bagian dari 88 proyek strategis (Strategic Delivery Unit) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait Inovasi Model Bisnis BUMN dan rasionalisasi jumlah Perusahaan BUMN.

“Salah satu tujuan dari merger anak perusahaan ini adalah terciptanya sinergi potensial sehingga siap dalam menghadapi persaingan usaha secara nasional dan global,“ jelas Wahyu Kuncoro dalam keterangan resmi, Jumat (5/8).

Menurut dia Penggabungan dilakukan terhadap entitas yang memiliki model bisnis serupa dan di antaranya terkendala permasalahan finansial untuk operasionalnya. Dengan demikian, diharapkan terbentuk sinergi dalam bentuk strategi usaha yang lebih optimal sehingga memiliki kemampuan operasional yang lebih baik dalam menghadapi persaingan usaha secara nasional maupun global.
PT BUMN Hijau Lestari Akan Ditutup
Adapun bisnis wisata yang dikelola oleh Perum Perhutani dan PT Inhutani I ke depannya akan dialihkelolakan (spin off) secara bertahap kepada anak perusahaan Perhutani lainnya yaitu PT Palawi Risorsis. Selanjutnya, untuk menghasilkan portfolio holding yang lebih baik maka anak perusahaan yaitu PT BUMN Hijau Lestari direncanakan akan ditutup.

Perhutani berdasarkan proyeksi keuangan usai merger tahun 2022-2027, penggabungan anak perusahaan Perhutani Group dengan bisnis inti kayu maupun hasil hutan bukan kayu memiliki dampak positif pada kinerja keuangan perusahaan yang diproyeksikan semakin meningkat dibandingkan sebelum dilakukan merger.
“Khususnya pada parameter-parameter pokok keuangan yaitu pendapatan, laba bersih, rasio utang terhadap laba kotor dan arus kas operasi,” ujar Wahyu Kuncoro
Usai aksi korporasi merger anak perusahaan, Perhutani Group terdiri dari PT Inhutani I, PT Inhutani V dan PT Palawi Risorsis. Sebelumnya Perhutani Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *