Tugas Berat Yang Harus Diemban Ilham Arif Sirajuddin (IAS) Pasca Kebijakan Diskresi Ketum Golkar

Berita84 views

Ditulis Oleh : A. Jaya Sose

CENDEKIA News. Com. Makassar. — Keterpilihan Ilham Arif Sirajuddin (IAS) sebagai ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan dengan dasar diskresi dari ketua umum Partai Golkar pusat memiliki aksentuasi pada dua hal, bisa atas dasar soliditas tapi bisa juga sebagai perangkat oleh kepentingan jangka pendek, yg berimplifikasi pada arahan dan dikte dalam mengatur internal partai.

Hal ini perlu dihitung dengan cermat oleh IAS, jangan sampe keterpilihanya akan disamakan dengan Ketumnya dipusat, sehingga harus menjaga jarak dan sekaligus perlu gerak cepat ke Daerah, karena progres itu memerlukan dukungan dan stabilitas, maka jangan merobohkan semua tiang tradisi yang selama ini sudah terbangun dengan baik di Golkar.

Menjalankan Partai dan membangun Partai Politik adalah dua persoalan yang berbeda, satu hal soal menata administrasi, tata kelola dan yang satu lagi soal kultur dan leadership.
Positioning suatu Partai Politik merupakan seluruh antitesis dari susahnya menarik orang.

Narasi perubahan dianggap antitesis dari Politik Elektoral, seakan-akan sama dengan sebuah pencapaian, lengkap, penuh, dan sudah selesai. Padahal baru sekedar omon2 tentang what to do belum lagi How to benya.

Meritokrasi diinternal Partai hanya dapat dihasilkan melalui filter kultur demokrasi yang kuat melalui tradisi intelektual sebagai pilihan dan dalam jangka pendek sering dianggap beresiko, terhadap elektabilitas.

Sedang filter demokrasi itu bisa diperkuat kalau ada elemen people’s value, norma, asumsi dan konsensus itu baru dapat diserap secara sempurna oleh  hirarki kepemimpinan dalam Partai.

Dibanyak Partai saat ini lebih berposisi sebagai dukungan administrasi daripada melahirkan kader pemimpin.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *